Melalui teknologi kesehatan praktis dan berbasis data, kini Anda bisa mengetahui kebutuhan nutrisi Anda dan apakah upaya Anda menjaga kesehatan benar-benar berdampak pada tubuh Anda.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, banyak masyarakat yang mulai lebih sadar untuk menjaga kesehatan, mulai dari rutin mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi suplemen, hingga mencoba berbagai macam produk. rutinitas kesehatan. Tapi, pernahkah Anda berpikir apakah semua upaya tersebut benar-benar memberikan dampak yang optimal bagi tubuh?
Menanggapi perlunya suatu pendekatan kesehatan secara lebih personal dan berbasis data, Nu Skin Indonesia memperkenalkan Prysm iO, sebuah perangkat pintar yang dapat membantu mengukur kadar karotenoid pada kulit hanya dalam 15 detik.
Mengapa Kadar Karotenoid Penting untuk Diketahui
Karotenoid merupakan senyawa antioksidan alami yang banyak ditemukan pada buah dan sayuran berwarna cerah seperti wortel, tomat, dan bayam. Kehadiran karotenoid dalam tubuh seringkali dikaitkan dengan pola makan yang sehat dan asupan nutrisi yang baik.
Baca juga: Otot Apakah Kemewahan Baru? Inilah 5 Tren Kesehatan yang Akan Menjadi Viral di Tahun 2026
Mengetahui kadar karotenoid dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi nutrisi tubuh secara keseluruhan. Dengan kata lain, kita punya wawasanapakah pola makan dan gaya hidup yang anda jalani selama ini sudah cukup untuk menunjang kebutuhan tubuh anda atau belum.
Sayangnya, selama ini pemeriksaan terkait kondisi gizi seperti ini seringkali identik dengan proses yang cukup rumit, mulai dari pemeriksaan laboratorium hingga pengambilan sampel darah. Di sinilah teknologi seperti Prysm iO hadir sebagai alternatif dan lebih praktis mudah didekati untuk kehidupan sehari-hari.
Cukup Sentuh Kulitnya, Anda Bisa Langsung Melihat Hasilnya

Prysm iO dirancang untuk membantu mengukur kadar karotenoid pada kulit melalui sentuhan jari ke perangkat, tanpa jarum dan tanpa prosedur yang rumit. Dalam waktu sekitar 15 detik, hasil pengukuran bisa langsung dilihat melalui aplikasi yang terhubung dengan perangkat.
Menariknya lagi, pengguna tidak hanya bisa memantau kondisi gizi dirinya sendiri, tapi juga keluarga dan orang terdekatnya. Pendekatan ini berhasil kesehatan terasa lebih mudah untuk diterapkan bersama, bukan hanya kebiasaan individu.

Menurut Shita Laksmita selaku General Manager Nu Skin Indonesia, Prysm iO hadir dari pemahaman bahwa kebutuhan setiap individu berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan kesehatan tidak lagi bersifat umum, namun lebih bersifat personal dan fokus berdasarkan data.
Bukan Sekadar Diagnosis, Tapi Juga Solusi Terpadu
Salah satu yang membuat Prysm iO menarik adalah ekosistemnya yang terintegrasi dengan rangkaian produk nutrisi bersertifikat dari lini Pharmanex Nu Skin. Jadi, setelah mendapatkan hasil pengukuran, pengguna juga dapat menemukan rekomendasi suplemen untuk membantu meningkatkan skor nutrisi mereka.
Beberapa produk yang terintegrasi dalam ekosistem Prysm iO antara lain Pharmanex LifePak, Pharmanex Beauty Collagen Plus Lutein & Lipowheat Oil, G3, dan ageLOC Y-Span. Suplemen ini konon dirancang untuk membantu mendukung kebutuhan nutrisi penggunanya secara lebih komprehensif.
Teknologi Prysm iO sendiri juga telah mendapatkan pengakuan internasional, antara lain TITAN Business Award 2025 untuk kategori Achievement in Technology Innovation dan Global Excellence Awards 2026 untuk kategori Achievement in New Product Launch.

Baca juga: Mitos atau Fakta: Apakah Menggunakan Makeup Saat Berolahraga Bikin Jerawat? Inilah penjelasannya!
Nah, dengan hadirnya teknologi seperti Prysm iO, mendekatlah kesehatan Kini bisa terasa lebih personal, praktis dan mudah dipahami. Karena pada akhirnya menjaga kesehatan bukan sekedar mengikuti tren hidup sehat saja, tapi juga memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh kita sendiri.
Gambar: Ketika. Nu Kulit
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
