Indonesia memiliki sekitar 75.000 desa dan sekitar 1.200 diantaranya berpotensi menjadi desa wisata. Kehadiran desa wisata ini bertujuan untuk mendorong kebangkitan pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi #InIndonesiaAja.
![]() Arung Jeram di Desa Wisata Batulayang Jawa Barat. Foto: dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif |
Bagi Anda yang merindukan suasana alam sejuk, asri, dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, Desa Wisata Batulayang cocok untuk dikunjungi. Terletak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kamu bisa merasakan berbagai pengalaman seru mulai dari glamping (berkemah glamor), arung jeram, wisata air terjun, hingga off-road.
Uniknya, di sini Anda juga bisa menikmati wisata edukasi pembuatan kerajinan tangan yang sering dibuat oleh warga sekitar. Bahkan, ada pula kerajinan yang berbahan baku limbah makanan dan minuman. Bicara soal kerajinan tangan, Anda juga bisa membeli produk-produk buatan UMKM lokal sebagai oleh-oleh khas Jawa Barat seperti Jamooga.
2. Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta
![]() Air Terjun Kedung Kandang. Foto: dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif |
Berencana mengunjungi Yogyakarta? Pastikan Anda datang ke Desa Wisata Nglanggeran. Di sini, Anda bisa menikmati keindahannya matahari terbit dari ketinggian 700 meter di atas permukaan laut di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Coba juga trekking atau berjalan-jalan santai ke Air Terjun Kedung Kandang yang terbentuk dari lapisan batuan vulkanik yang berlapis-lapis.
Tak hanya itu, rasakan juga pengalaman membuat aneka olahan coklat di pusat oleh-oleh Griya Cokelat Nglanggeran. Bahkan, sensasi pembuatan susu kambing etawa juga bisa Anda rasakan mulai dari proses pemerahan hingga proses pengolahannya. Jika mampir ke Yogyakarta, pastikan juga membeli batik khas Yogyakarta khas UMKM lokal seperti koleksi Indo Risakti.
3. Desa Wisata Kandri Jawa Tengah
![]() Ilustrasi budaya Jawa. Foto: dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif |
Ingin mengunjungi desa wisata menarik lainnya? Anda bisa follow akun Instagram @pesonaid_travel untuk mengetahui informasi berbagai tempat wisata seperti Desa Wisata Kandri. Desa ini menawarkan pengalaman belajar seni tabuh, salah satu kesenian yang ada di Desa Wisata Kandri. Ada pula kesenian lainnya seperti ketoprak, wayang kulit, wayang suket, jathilan, dan Karnaval Persembahan Rewanda yang juga bisa Anda pelajari.
Setelah mengenal budaya setempat, Anda bisa bersenang-senang memacu adrenalin pipa sungai ‘Ngintir Kalijogo di Kali Kreo. Jangan lupa untuk mencoba sego kethek atau nasi monyet yaitu nasi yang dibungkus daun jati dengan berbagai lauk seperti ayam, teri, belut, tumis daun pepaya dan lain-lain. Pastikan juga untuk membeli koleksi batik khas UMKM lokal Jawa Tengah seperti Batik Rifaiyah.
4. Desa Wisata Penglipuran Bali
![]() Desa Penglipuran Bali Foto: dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif |
Berkunjung ke Bali belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi desa yang menjadi surganya para pecinta seni ini. Pasalnya, di sini Anda bisa menemukan berbagai kerajinan seni mulai dari anyaman bambu, aksesoris hingga pernak-pernik khas lainnya. Menariknya, Anda bisa belajar dari pengrajin lokal untuk membuat kerajinan tangan tersebut. Berbicara mengenai kerajinan tangan khas Bali, Anda juga bisa membeli koleksi UMKM Manika yang menawarkan beragam aksesoris unik.
Saat singgah di Desa Wisata Penglipuran, pastikan untuk tidak melewatkan makanan khas yang menggugah selera yaitu loloh cemcem dan tipat cantok. Loloh cemcem merupakan minuman tradisional berwarna hijau yang terbuat dari berbagai macam rempah. Sedangkan tipat cantok merupakan perpaduan ketupat dan aneka sayuran yang direbus dan diaduk dengan bumbu kacang.
5. Desa Wisata Maria Nusa Tenggara Barat
![]() Desa Wisata Maria, Bima, Nusa Tenggara Barat. Foto: dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif |
Terletak di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Desa Wisata Maria menawarkan keunikan budaya asli Suku Mbojo. Di sini, Anda bisa merasakan pengalaman membuat sarung tembe nggoli atau nggoli, tenun khas masyarakat Bima. Kain ini biasanya terbuat dari bahan katun atau benang katun dan memiliki warna yang cerah.
Selain itu, Anda juga bisa melihat keunikan uma lengge dan jompa, cagar budaya yang berfungsi menyimpan hasil pertanian masyarakat di Desa Maria. Uma lengge berbentuk seperti gazebo dengan atap tinggi terbuat dari alang-alang. Sedangkan jompa berbentuk rumah panggung tinggi yang beratap genteng.
Ingin melakukan hal menyenangkan lainnya? Saksikan atraksi ekstrem ‘ntumbu tuta’ atau adu kepala yang merupakan ritual masyarakat Bima. Tradisi ini biasanya diiringi dengan pemukulan kendang dan alat musik khas masyarakat Bima.
Nah itulah 5 desa wisata seru anti arus utama yang bisa dikunjungi setelah pandemi. Saat ini pengembangan desa wisata menjadi salah satu program yang tengah digencarkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sesuai RPJMN 2020-2024. Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan 244 desa wisata bersertifikat menjadi desa wisata mandiri pada tahun 2024. Dari 244 desa wisata tersebut, 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas.
“Program ini harus mencakup desa wisata di setiap DPSP. Kami berharap desa wisata ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. “Dan tentunya pengembangan desa wisata mengedepankan aspek berkelanjutan,” jelasnya.
Selama beraktivitas di desa wisata, pastikan selalu menerapkan protokol kesehatan 6M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama. Segera lakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan atau pusat vaksinasi terdekat.






