Dari Riyadh hingga runway dunia, tren fesyen Saudi hadir dengan perspektif baru. Intip tren, desainer, dan arah mode global yang semakin inklusif.
Dalam satu dekade terakhir, peta industri fashion global mengalami pergeseran yang menarik. Busana sederhana yang sebelumnya sering dianggap terbatas, kini muncul sebagai pernyataan gaya yang modern, relevan, dan berkelas. Salah satu penggerak utamanya datang dari Arab Saudi, melalui desainer generasi baru yang berhasil memadukan nilai-nilai tradisional dengan estetika kontemporer.
Desainer Saudi tidak hanya menciptakan pakaian, tetapi juga menghadirkan perspektif baru tentang caranya pakaian sederhana dapat tampil ekspresif tanpa kehilangan jati diri. Alhasil, koleksi mereka kini tampil di berbagai panggung internasional dan menginspirasi perempuan dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Baca juga: Berkolaborasi dengan LISA BLACKPINK, Lirik Koleksi NikeSKIMS Spring ’26 Terinspirasi Para Balerina!
Abaya dan hijab dalam interpretasi modern
Abaya dan hijab yang selama ini identik dengan kesederhanaan kini punya wajah baru. Palet warna tidak lagi terpaku pada warna hitam, tetapi telah berevolusi menjadi warna-warna pastel, bersahajauntuk warna berani Yang cantik. Potongannya semakin variatif, dengan siluet modern dan material ringan mengalir.
Jilbab juga telah berkembang menjadi elemen gaya pribadi. Mulai dari sutra, kain sutera tipis, hingga bahan katun, permainan tekstur dan motif menjadikan hijab sebagai simbol kepercayaan diri dan individualitas wanita masa kini. Kombinasi akar budaya dan ekspresi pribadi inilah yang memperkuat posisi fesyen Saudi di kancah global
Desainer Saudi di panggung dunia

Razan Alazzouni melalui koleksi Monotone di Riyadh Fashion Week 2025 menampilkan desain yang diremehkan tapi karakternya kuat. Sementara itu, HINDAMME menghadirkan koleksi Hijaz yang terinspirasi dari warisan Arab Saudi barat, dikemas dengan sentuhan modern. Keduanya telah membawa karyanya ke berbagai tempat pekan mode dunia, dari London hingga New York
Bagi perempuan Indonesia, pendekatan ini terasa dekat. Pakaian sederhana Sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tren asal Saudi memberikan inspirasi baru tentang bagaimana tampil rapi, nyaman dan bergaya untuk berbagai aktivitas.
Baca juga: Raline Shah Tampil Anggun di Sundance 2026, Kenakan Karya Sapto Djojokartiko
Dari Riyadh ke Jeddah: Street Style sebagai bahasa perubahan

Berjalan menyusuri jalan-jalan di Riyadh atau Jeddah, kita bisa melihat munculnya bahasa budaya baru. Kaum muda memadukan jeans dengan tunik panjang, menafsirkannya kembali keffiyeh tradisional, serta memadukan sneakers dengan abaya kasual. Lebih dari sekedar gaya, ini adalah evolusi budaya. Pemuda Saudi membuktikan bahwa tradisi bukan berarti ditinggalkan. Sebaliknya, tradisi dapat menjadi landasan pembentukan identitas modern yang kuat dan autentik.
Dari Riyadh ke Indonesia: Menandakan arah mode baru
Riyadh Fashion Week 2025 kini muncul sebagai barometer perkembangan global pakaian sederhana. Kolaborasi internasional, seperti debut kapsul blending Vivienne Westwood busana Bahasa Inggris dengan detail sulaman buatan Saudi, menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat diterjemahkan ke dalam bahasa mode global.
Bagi Indonesia, pergeseran ini terasa harmonis. Busana sederhana di Indonesia bukan sekedar tren musiman, tapi sudah menjadi gaya hidup. Hal ini tercermin dalam berbagai peristiwa mode daerah lokal yang semakin mengutamakan desain dapat dipakai, pelapisan ringan, dan bahan berkualitas yang menunjang kenyamanan.

Apa yang diisyaratkan Riyadh pada tahun 2026 adalah perpaduan identitas budaya yang kuat dengan gaya global yang lebih membumi, yang merupakan cerminan perjalanan Indonesia sendiri. Tahun ini, para desainer semakin merangkulnya warisan dengan sentuhan ringan dan dapat dipakaisementara dunia fesyen global mulai beralih ke suara-suara yang mampu menerjemahkan budaya melalui kenyamanan, iklim, dan kepercayaan diri.
Baca juga: Musim Dingin Pria Dior Dior 2026–2027: Perawatan Futuristik Alami adalah Kemewahan Baru
Di tengah era ketika mode bukan lagi soal kegaduhan, namun maknanya, Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menghadirkan suara yang relevan, baik di dalam maupun luar negeri.
Gambar : dok. Otoritas Pariwisata Saudi
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
