Editorial Harian Wanita – 3 Mitos Seputar Pelembab dan Kulit Rawan Jerawat yang Perlu Diketahui!


Mitos atau fakta? Pelembab memperburuk kulit berjerawat Anda. Yuk, jelaskan tuntas seputar kulit rawan jerawat dan pelembapnya di artikel ini!

Pernahkah Anda merasa jerawat di wajah semakin parah setiap kali menggunakan pelembab? Atau mungkin Anda memilih untuk melewatkan pelembab karena kulit Anda sudah cukup berminyak? Jika ya, Anda tidak sendirian. Ternyata masih banyak orang yang terjebak dengan mitos-mitos mengenai pelembap, terutama untuk kulit berjerawat. Yuk, kita bahas 3 mitos populer yang sering menimbulkan kesalahpahaman dan fakta sebenarnya dibaliknya.

Baca juga: Membersihkan dengan Lembut, Scarlett Acne Facial Wash Cocok untuk Kulit Berminyak!

Mitos #1: Pelembab Menyebabkan Jerawat

“Kulitku jadi lebih berjerawat karena pelembab!”


Pernyataan ini sangat sering kita dengar bukan? Namun sebenarnya tidak semua pelembab menyebabkan jerawat. Bisa jadi Anda menggunakan pelembap yang berformula berbasis minyak yang tidak cocok untuk jenis kulit Anda. Formula seperti ini berpotensi menyumbat pori-pori dan memicu produksi minyak berlebih.

Padahal, jika Anda memilih pelembap yang tepat—seperti pelembap dengan tekstur gel ringan dan formula nonkomedogenik—kulit Anda tetap bisa terhidrasi tanpa risiko bertambahnya jerawat. Kuncinya adalah membaca label produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kulit Anda.

Mitos #2: Kulit berminyak tidak membutuhkan pelembab

“Sudah berminyak, kenapa pakai pelembap lagi? Ini bahkan lebih lengket!”


Faktanya, kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap. Ketika Anda melewatkan pelembab, kulit Anda sebenarnya mengirimkan sinyal “kering” ke kelenjar minyak Anda. Hasilnya? Produksi minyak meningkat sebagai bentuk kompensasi. Hasil akhirnya adalah pori-pori tersumbat dan jerawat semakin banyak.

Dengan pelembab yang mengandung bahan yang membantu menyeimbangkan kadar minyak, Anda bisa mencegah siklus tersebut. Pelembap tak hanya menambah kelembapan, tapi juga menjaga keseimbangan alami kulit.

Mitos #3: Pelembab adalah Produk Opsional

pelembab untuk kulit berjerawat

“Aku cuma pakai obat jerawat, nggak perlu pelembap kan?”

Salah besar! Jika Anda menggunakan perawatan kulit aktif seperti retinoid atau benzoil peroksida untuk mengatasi jerawat, pelembab adalah suatu keharusan dalam rutinitas Anda. Tanpa pelembap, kulit rentan menjadi kering, iritasi, bahkan memperparah jerawat.

Pelembab berfungsi sebagai pelindung dan penyeimbang yang membantu menenangkan kulit saat terkena bahan aktif. Jadi, jangan pernah menganggap pelembab sebagai langkah tambahan yang bisa dilewati!

Pelembab yang Tepat untuk Kulit Rawan Jerawat

pelembab untuk kulit berjerawat

Nah, setelah mengetahui pentingnya pelembap, bagaimana cara memilih pelembap yang cocok untuk kulit berjerawat? Salah satu opsi yang bisa Anda coba adalah Scarlett Aqua Reset & Barrier Acne Peace Gel Pelembab. Pelembab ini memiliki kandungan yang dirancang khusus untuk kulit berjerawat seperti Heartleaf & Witch Hazel Extract untuk membantu meredakan kemerahan dan menenangkan kulit. Terbungkus Salicylic Acid untuk membersihkan pori-pori dan Tea Tree Oil untuk mencegah tumbuhnya jerawat baru.

Rumus gelRingan, pelembap ini tidak hanya membantu mengurangi jerawat, tapi juga memberikan kelembapan yang cukup tanpa terasa lengket.

Nah, kini Anda tahu kalau jerawat bukan alasan untuk meninggalkan pelembab. Padahal, dengan pelembab yang tepat, Anda bisa menjaga kulit tetap sehat dan bebas iritasi. Jadi, tertarik mencoba pelembap ini?

Gambar: Dok. Merek





Drakor Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *