Editorial Harian Wanita – Mirip dengan endometriosis, mari kita berkenalan dengan adenomiosis dan gejalanya!


Meskipun mirip dengan endometriosis, adenomyosis memiliki beberapa perbedaan yang perlu Anda ketahui, Anda tahu!

Tidak sedikit wanita yang berpikir bahwa nyeri menstruasi yang parah adalah sesuatu yang normal, meskipun itu bisa menjadi gejala dari kondisi medis yang lebih serius, seperti adenomiosis. Meskipun tidak terlalu akrab seperti endometriosis, adenomiosis juga merupakan kelainan kesehatan pada rahim yang dapat menyebabkan nyeri parah, perdarahan berlebihan, untuk mengganggu kesuburan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan perawatan, sehingga Anda dapat lebih menyadari kondisi ini!

Baca juga: Ini adalah 5 karakteristik rahim sehat yang harus Anda ketahui!

Apa itu Adenomyosis?

Adenomiosis adalah suatu kondisi di mana jaringan endometrium atau lapisan rahim yang membusuk selama menstruasi, tumbuh menjadi otot rahim (miometrium). Kondisi ini membuat rahim menebal dan membesar, sehingga dapat menyebabkan gejala nyeri dan pendarahan menstruasi yang tidak normal. Meskipun ini tidak membahayakan secara langsung, tetapi adenomiosis dapat mengganggu kesuburan. Jadi, jangan biarkan itu pergi, ya!

Penyebab dan Faktor Risiko

Meskipun penyebab pasti adenomiosis belum diketahui secara medis, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kondisi ini.

Usia 40-50 tahun

Faktor risiko pertama dan paling umum adalah usia. Biasanya, wanita paruh baya lebih rentan terhadap perubahan hormon, termasuk peningkatan estrogen yang dianggap memicu pertumbuhan jaringan endometrium ke dalam dinding rahim.

Sejarah Operasi Rahim

Serangkaian prosedur operasi uterus seperti kuret, operasi caesar, atau pengangkatan mioma juga merupakan faktor yang dapat merusak batas antara endometrium dan miometrium, sehingga membuat jaringan endometrium menyusup ke otot -otot uterus.

Pernah melahirkan

Jika Anda telah melahirkan, maka itu juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi. Proses kehamilan dan persalinan dapat menyebabkan perubahan struktural dalam rahim yang memudahkan jaringan endometrium untuk menembus ke dalam otot rahim.

Kegemukan

Jangan meremehkan obesitas, karena kelebihan lemak tubuh dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh, yang merupakan pemicu utama untuk pertumbuhan jaringan endometrium, termasuk yang tumbuh secara tidak normal.

Baca juga: Harus tahu! 5 jenis pemeriksaan kesehatan reproduksi ini yang penting bagi wanita!

Gejala yang muncul

adenomiosis

Nyeri panggul kronis

Salah satu gejala yang muncul adalah nyeri panggul kronis. Ini dapat terjadi terus menerus atau muncul dan menghilang sesekali di bagian bawah perut. Tidak hanya selama menstruasi, tetapi juga bisa sepanjang siklus menstruasi.

Menstruasi yang parah dan berkepanjangan (Menorrhagia)

Penderita adenomiosis dapat mengalami pendarahan yang lebih menstruasi dari biasanya, dan bahkan dapat menyebabkan anemia karena kehilangan darah yang signifikan.

Kram perut yang hebat selama menstruasi

Salah satu gejala yang sering terjadi adalah kram perut yang parah. Kram menstruasi bisa sangat menyakitkan, bahkan lebih buruk daripada nyeri menstruasi biasa, karena kontraksi otot uterus yang mencoba menghilangkan jaringan yang tidak normal.

Baca juga: Sering dianggap tabu! Kenalan dengan Queef, kentut keluar dari vagina!

Nah, itu penjelasan tentang adenomiosis yang perlu Anda ketahui. Jadi, jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk menemui dokter, ya!

Gambar: ISTOCK





Drakor Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *