Ketahui fakta penting mengenai kanker serviks dan gejalanya agar Anda bisa lebih waspada.
Bulan Januari diperingati sebagai Bulan Peduli Kanker Serviks. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang paling mengancam kesehatan wanita, sehingga sangat penting bagi kita untuk berbuat lebih banyak menyadari tentang penyebab, gejala, dan langkah awal yang perlu dilakukan saat tanda muncul.
Baca juga: Merasa Down? Coba baca 5 buku ini untuk meningkatkan kesehatan mental Anda!
Apa itu kanker serviks?
Suatu kondisi yang disebut kanker serviks terjadi ketika ada pertumbuhan sel-sel abnormal pada leher rahim. Leher rahim atau leher rahim merupakan area yang menghubungkan rahim dengan vagina. Pertumbuhan sel yang tidak normal dapat memicu tumor ganas di area tersebut.
Ada dua jenis kanker serviks yang perlu Anda ketahui. Pertama ada Karsinoma Sel Skuamosa yang muncul pada sel skuamosa leher rahim. Tipe kedua adalah Adenokarsinoma, yaitu kanker yang muncul pada sel kelenjar leher rahim
Angka kematian yang tinggi

WHO menyebutkan setiap tahunnya terdapat 342.000 kematian di dunia yang disebabkan oleh kanker serviks. Angka tersebut sangat tinggi sehingga menjadikan kanker serviks menduduki peringkat keempat sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita. Di Indonesia sendiri menduduki peringkat kedua dengan data Globocan 2020 yang mencatat 36.633 kasus.
Fakta tentang kanker serviks dan HPV

Tidak ada penyebab tunggal yang diklaim menyebabkan kanker serviks, namun 99% kasus yang ditemukan WHO disebabkan oleh infeksi HPV atau Human Papillomavirus. Virus ini bisa menular bila melakukan kontak intim dengan penderita HPV. Itu sebabnya pemeriksaan rutin sangat penting bagi Anda aktif secara seksual.
Gejala yang perlu diwaspadai

Anda perlu mewaspadai jika terjadi pendarahan tidak normal saat menstruasi, setelah menopause, atau saat berhubungan seksual. Perhatikan pula bila terdapat bercak darah pada urine atau munculnya feses dari vagina. Selain itu, panggul juga bisa terasa nyeri saat berhubungan seksual dan terdapat pembengkakan di salah satu kaki.
Gejala tersebut juga dapat disertai dengan perubahan warna, tekstur dan bau keputihan, sering buang air kecil, mudah lelah, sembelit, kehilangan nafsu makan dan mudah lelah. Meski begitu, jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut belum tentu menyebabkan kanker serviks. Jadi ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosis pastinya.
Jangan abaikan gejala yang masih tergolong ringan agar bisa lebih cepat ditangani ya.
Pentingnya pemeriksaan dini

Banyak kasus kanker serviks yang terlambat ditangani karena baru terdeteksi saat sudah berada pada stadium lanjut. Pengecekan rutin dapat dilakukan melalui pap smear yang dilakukan minimal tiga tahun sekali pada usia 21-65 tahun. Prosedur ini dapat mendeteksi keberadaan sel prakanker di area serviks.
Vaksin HPV untuk pencegahan

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan vaksin HPV. Seperti namanya, vaksin ini diberikan untuk melindungi tubuh Anda dari paparan HPV. Selain itu, tentunya pola hidup sehat dan memeriksa HPV pada pasangan juga penting.
Baca juga: Gejala Awal Kanker Payudara yang Perlu Anda Ketahui. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter!
Itulah beberapa fakta kanker serviks yang penting untuk diketahui. Jika Anda sedang dalam perjalanan melawan kanker atau merawat seseorang yang mengidap penyakit itu, semoga Anda melihat cahaya di ujung terowongan.
Kepada para penyintas, selamat, seterusnya dan seterusnya!
Tetap aman dan sehat <3
Gambar: iStock
